KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga
kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada
waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Pengorganisasian”.
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai
observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan
yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk
memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif
dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
semua.
Makassar,
9 Oktober 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Merupakan
suatu sifat harafiah yang senantiasa hidup dalam suatu kelompok. Ini didasari
dari kebutuhan manusia akan hidup bersosial yang tidak bisa berdiri sendiri.
Perbedaan kriteria sifat dan perilaku manusia yang mengakibatkan berbagai
gesekan dalam hidup berkelompok menjadi suatu dinamika yang tidak dapat
dihindari. Maka dari itu perlu suatu pemahaman tersruktur tentang bagaimana
hidup dalam suatu kelompok agar kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia
mempunyai tujuan yang terarah dan mengikuti etika-etika yang berlaku di
masyarakat luas.
Studi tentang organisasi menjadi hal pokok
dan utama yang perlu diperhatikan oleh manusia dalam menjalani kegiatannya.
Mulai dari usia belia sampai lanjut usia, kelompok manusia terkecil (keluarga)
sampai organisasi besar di suatu perusahaan besar, orang-orang yang terlibat di
dalamnya membutuhkan konsep yang mumpuni tentang pentingnya organisasi. Semuanya
berlandaskan pada 1 hal yaitu agar tujuan organisasi itu bisa tercapai. Oleh
karena itu, penulis dengan segala hormat akan memaparkan dasar-dasar
pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu organisasi. Karena jika seseorang ingin
menjalankan suatu organisasi entah itu berperan sebagai anggota terkecil
ataupun sebagai pemimpin, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu
dasar-dasar tentang organisasi dan pengorganisasian.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Apa
pengertian Organisasi dan Pengorganisasian?
1.2.2 Apa
dasar tindakan pengorganisasian?
1.2.3 Bagaimana
melakukan pengorganisasian?
1.2.4 Apa
saja azas-azas organisasi dan apa bentuk-bentuk organisasi?
1.3
Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui
pengertian organisasi, pengorganisasian dan dasar tindakan organisasi
1.3.2 Untuk
mengetahui bagaimana melakukan pengorganisasian, bentuk organisasi dan apa saja azas-azas organisasi.
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1 Agar
pembaca dapat lebih memahami tentang dasar-dasar organisasi serta tindakan
dalam berorganisasi.
1.4.2 Diharapkan
pembaca dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan dalam tulisan ini
ke dunia nyata.
BAB
II
ISI
Pengorganisasian kata dasarnya adalah organisasi.
Pengorganisasian ialah pengaturan setelah perencanaan tersebut selesai digarap.
Di dalam pengorganisasian, manajer memutuskan posisi-posisi yang perlu diisi
serta tugas-tugas dan tanggung jawab yang melekat pada setiap posisi tersebut.
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi
kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses
kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan,
sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah
struktur organisasi.
Adapun
organisasi adalah merupakan wadah, di mana suatu pengelompokkan orang-orang
mendapat tugasnya masing-masing yang tertentu untuk mewujudkan suatu maksud
atau tujuan menurut sistem dan wewenang yang telah ditetapkan. Jelasnya
organisasi adalah tempat, pengorganisasian adalah pembagian tempat-tempat atau
pengkotak-kotakan tempat menjadi lebih kecil. Dengan denmikian berbicara
pengorganisasian adalah sama dengan berbicara organisasi.
Beberapa ahli administrasi
mengemukakan definisi organisasi, sebagai berikut:
1.
Organisasi ialah setiap bentuk
perserikatan manusia untuk mencapai suatu maksud bersama (James D. Money).
2.
Organisasi adalah suatu sistem
mengenai kerja sama yang dilaksanakan oleh dua orang atau lebih
(Chester/Bernard).
Dari penjelasan di atas bahwa sistem
kerja sama yang diatur dengan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu sifatnya
menjadi formal. Sistem kerja sama itu mempunyai tujuan tertentu, berlangsung
dalam suatu waktu tertentu dan mempunyai identifikasi sendiri.
Jenis kerja sama itu tidak terhitung
banyaknya, tetapi dalam garis besarnya dapat dikelompokan menjadi empat kategori:
a. Yang berhubungan dengan aspek
lingkungan fisik.
b. Yang berhubungan dengan aspek
sosial.
c. Yang berhubungan dengan aspek
individual.
d. Yang berhubungan dengan
variabel-variabel lain.
Yang berhubungan dengan aspek
lingkungan fisik adalah faktor geografis, faktor sarana-prasarana yang
dipergunakan organisasi. Aspek sosial terjadi karena hakekat kerja sama itu
sendiri kecuali itu dalam mencapai tujuannya. Organisasi merupakan sub-sistem
dari organisasi yang lebih besar sehingga ia mempunyai lingkungan sosial yang
lebih luas sesuai dengan hakekatnya itu, aspek sosial selalu ada dalam setiap
organisasi.
Aspek individual terdapat dalam
organisasi itu sendiri, adalah kelompok individual yang mempunyai interaksi dan
sistematik.
Organisasi adalah suatu sistem kerja
sama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai
tujuan. Ada beberapa ciri dalam sistem kerja sama itu, yaitu:
1.
Ada komunikasi antara dua orang yang
berkeja sama itu.
2.
Individu dalam kerja sama itu
mempunyai kemampuan untuk berkerja sama.
3.
Kerja sama
itu ditujukan untuk mencapai tujuan.
Bernard menyebut tiga butir itu
sebagai elemen organisasi, yaitu:
1.
Kemampuan
untuk berkerja sama.
Tidak ada
organisasi tanpa individu. Dalam organisasi yang menjadi pokok masalah
sebenarnya bukan individu itu, tetapi kemauan mereka untuk berkerja sama.
2.
Tujuan yang
ingin dicapai.
Kemauan
untuk berkerja sama itu tidak dapat dikembangkan jikalau tidak ada tujuan yang
jelas, merupakan elemen yang penting dalam organisasi.
3.
Komunikasi.
Proses kerja
sama untuk mencapai tujuan organisasi dapat dicapai melalui komunikasi.
Komunikasi adalah sarana untuk mengadakan koordinasi antara berbagai sub-sistem
dalam organisasi.
Organisasi yang merupakan wadah atau
ajang dari pada manajemen dapat dibedakan dalam dua pengertian:
1.
Statis. Bahwa organisasi dipandang
sebagai suatu struktur usaha.
Dalam
pengertian yang statis, organisasi mempunyai pelbagai arti, yaitu:
a.
Suatu pengelompokkan orang-orang
yang berkerja sama melaksanakan usaha.
b.
Sebagai
sistem kewenangan dan wewenang mana yang memberikan kekuatan bagi setiap
petugas/pejabat dalam melakukan tugasnya.
c.
Sebagai
sistem pembagian atau distribusi tugas pekerjaan sehingga masing-masing pejabat
memegang tugas tertentu.
d.
Sebagai rangka atau struktur dari
pada kegiatan-kegiatan kerja.
2.
Dinamis. Ialah merupakan salah satu
fungsi dari manajemen yang disebut organisasi atau pengorganisasian. Hal ini
merupakan pendistribusian dari kegiatan-kegiatan kerja.
Dasar
tindakan pengorganisasian
Dalam berorganisasi, setiap kegiatan
yang dilakukan itu punya tujuan yang baik demi kelangsungan hidup organisasi
tersebut. Dasar tindakan itulah yang menjadi dorongan utama dalam
pengorganisasian. Secara umum, dasar tindakan pengorganisasian adalah sebagai
berikut:
1.
Agar terljalin
koordinasi yang baik.
Memberi tugas
pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan
dengan mudah dan efektif. Koordinasi dibutuhkan tatkala harus membagi unit
kerja yang terpisah dan tidak sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi.
2.
Memperlancar
pengawasan.
Membantu pengawasan
dengan menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit
organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam
organisasisecara keseluruhan sedemikian rupa agar
dapat mencapai sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi
yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identik
dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pulasecara terpadu.
3.
Maksimalisasi
manfaat spesialisasi.
Membantu seorang
menjadi lebihahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Spesialisasi pekerjaan
dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi,
sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan memperoleh
kepercayaan masyarakat pengguna.
4.
Penghematan
biaya
Tumbuh pertimbangan
yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian pelaku organisasi akan selalu
berhati-hati dalam setiap akan menambah unit kerja baru yang notabene
menyangkut penambahan tenaga kerja yang
relatif banyak membutuhkan biaya tambahanberupa gaji/upah. Penambahan unit
kerja sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan
pekerja baru dengan tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan.
5.
Meningkatkan
kerukunan hubungan antar manusia
Masing-masing
pekerja antar unit kerja dapat bekerja saling melengkapi, mengurangi kejenuhan, menumbuhkan rasa saling
membutuhkan, mengurangi pendekatan
materialistis. Untuk ini pihak
manajer harus mampu mengadakan pendekatan sosial dengan
penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampung serta
menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual.
Melakukan
Pengorganisasian
Yang pertama
harus dimiliki suatu organisasi adalah nilai & visi,nilai dan visi adalah
suatu tujuan yang di akan digunakan sebagai target yang harus di capai oleh
suatu organisasi. Jika nilai & visi organisasi tidak ada maka organisasi
itu akan rusak,karna tidak memiliki tujuan yang jelas.
Yang kedua
adalah misi,misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu
visi(tujuan). Tanpa ada misi yang jelas Visi tidak akan pernah tercapai, maka
dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain. Jika tidak memiliki
misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang diinginkan bahkan
mendekati pun tidak.
Yang ketiga
adalah aturan. Aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi. Jika
suatu organisasi tidak memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi
penyimpangan yang dapat merugikan organisasi. Bahkan akan menimbulkan konflik
kepentingan, dimana setiap anggotanya hanya menginginkan keuntungan individual.
Yang keempat
adalah Profesionalisme. Profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu
bertindak. Suatu organisasi dapat berhasil jika memiliki sikap dan sifat
profesionalisme. Karna dengan sikap profesional organisasi tersebut akan
memiliki citra baik di mata orang lain, dan akan menimbulkan rasa percaya dari
klien dan juga rekan-rekan organisasi tersebut.
Yang kelima
adalah Insentif. Insentif adalah bonus atau hadiah. Intensif sangat di butuhkan
oleh anggota dari suatu organisasi bila dia melakukan tugas dengan sangat baik.
Yang keenam
adalah Sumber Daya. Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka
organisasi tersebut tidak akan bisa bergerak dengan baik. Bisa dibilang sumber
daya bagaikan supply oksigen bagi kelangsungan hidup manusia, tapi sumber daya
juga bisa dicari penggantinya. Jika tidak ditemukan lagi sumber daya maka
organisasi tersebut akan frustasi.
Yang ketujuh
adalah Rencana Kerja. Rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan
dilakukan oleh suatu organisasi. Karna bila tidak ada susunan kegiatan yang
pasti dari sebuah organisasi, organisasi tersebut akan salah langkah dalam
setiap kegiatan yang dilakukan
Azas-azas organisasi
1.
Azas
Tujuan Organisasi (Principle of organizational objectives)
Tujuan
organisasi harus jelas dan rasional; apakah bertujuan untuk mendapatkan laba
ataukah untuk memberikan pelayanan. Hal ini merupakan bagian penting dalam
menentukan struktur organisasi.
2.
Asas
Kesatuan Tujuan (Principle of unity of objective)
Suatu
organisasi harus ada kesatuan yang ingin dicapai. Organisasi secara keseluruhan
dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan
tersebut.organisasi akan kacau bila tidak memiliki kesatuan tujuan.
3.
Azas
Kesatuan Perintah (Principle of unity of command)
Setiap
bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban hanya kepada
satu orang atasan, namun seorang atasan dapat memerintah beberapa orang
bawahan.
4.
Azas Rentang Kendali (Principel of the span
of management)
Seorang
manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu, misalnya
3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manajer
bersangkutan.
5.
Asas
Pendelegasian Wewenang (Principle of delegation of authority)
Hendaknya
pendelegasian wewenang dari seorang atau sekelompok orang kepada orang lain
jelas dan efektif sehingga seorang manajer mengetahui wewenangnya.
6.
Azas
Keseimbangan Wewenang Dan Tanggung Jawab (Principle of parity of authority
and responsibility)
Wewenang dan
tanggung jawab harus seimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung
jawab yang timbul harus sama besarnya, hendaknya wewenang yang didelegasikan
tidak meminta pertanggungjawaban yang lebih besar dari wewenang itu sendiri
ataupun sebaliknya.
7.
Azas
Tanggung Jawab (Principle of responsibility)
Pertanggungjawaban
dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang (line
authority) dan pelimpahan wewenang. Dengan kata lain, seseorang hanya akan
bertanggung jawab kepada orang yang melimpahkan wewenang tersebut.
8.
Azas
Pembagian Kerja (Principle of departmentation)
Pengelompokan
tugas-tugas, pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu unit
kerja hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut.
9.
Azas
Penempatan Personalia (Principle of personnel placement).
Penempatan
orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecapakan, keahlian dan
keterampilannya (the right man, in the right job) mismanagement
penempatan harus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan
penempatan karyawan yang tepat. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang objektif
dan berpedoman atas job specification dari jabatan yang akan
diisinya.
10. Azas Jenjang Berangkai (Principle of scalar chain)
Saluran
perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertical
yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek., jelas dan
menempuh jarak terpendeknya. Hal ini penting, karena dasar organisaasi yang
fundamental adalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah.
11. Azas efisiensi (Principle of efficiency)
Suatu
organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal
dengan pengorbanan yang minimal.
12. Azas Kesinambungan (Principle of continuity)
Organisasi
harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
13. Azas Koordinasi (Principle of
coordination)
Merupakan
rangkaian dari asas-asas organisasi lainnya. Koordinasi dimaksudkan untuk
mensinkronkan dan mengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah pada sasaran
yang ingin dicapai.
Bentuk-bentuk
Organisasi
Organisasi sendiri ada berbagai
macam bentuknya. Secara umum, bentuk-bentuk organisasi dapat dilihat:
1.
Berdasarkan
proses pembentukannya:
a.
Organisasi
formal : Organisasi yang dibentuk secara sadar dengan tujuan-tujuan tertentu, yang
diatur dengan ketentuan-ketentuan formal (misalnya : AD, ART dan peraturan
tertulis).
b.
Organisasi
informal : Organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, dengan tujuan
yang juga tidak sepenuhnya disadari karena terjalin lewat hubungan-hubungan
pribadi yang tidak tertulis.
2.
Berdasarkan kaitannya dengan pemerintah:
a.
Organisasi
resmi, organisasi yang dibentuk oleh (atau ada hubungannya dengan) pemerintah,
misalnya jawatan, lembaga pemerintah, perusahaan negara, dll.
b.
Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak
ada hubungannya dengan pemerintah, misalnya organisasi swasta.
3.
Berdasarkan
skala (ukuran) :
a.
Organisasi
besar
b.
Organisasi sedang (menengah)
c.
Organisasi
kecil
4.
Berdasarkan
tujuan :
a.
Public
organization (organisasi pelayanan), organisasi sosial yang tujuan utamanya
untuk melayani kepentingan umum, tanpa perhitungan untung-rugi; tujuannya
adalah layanan dan bukan laba. Misalnya pemerintah, yayasan, dll.
b.
Komersil
(mendapatkan laba)dan semua tindakannya selalu bermotifkan laba (profit
motive).
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.1.1
Organisasi merupakan
suatu wadah yang di mana suatu pengelompokkan orang-orang mendapat
tugasnya masing-masing yang tertentu untuk mewujudkan suatu maksud atau tujuan
menurut sistem dan wewenang yang telah ditetapkan.
3.1.2
Dasar tindakan
pengorganisasian meliputi koordinasi yang baik, memperlancar pengawasan,
penghematan biaya dll.
3.1.3
Pengorganisasian
dilakukan dengan mempertimbangkan visi misi yang sudah ditetapkan, planning dan
tujuan yang matang dan profesionalisme kerja para anggotanya
3.1.4
Azas-azas dalam
organisasi bisa dikatakan sebagai prinsip-prinsip dasar dalam organisasi yang
patut kita pahami.
3.1.5
Bentuk-bentuk
organisasi dibagi berdasarkan proses, kaitan, skala dan tujuannya secara umum.
3.2
Saran
3.2.1
Dalam menjalankan
organisasi sebaiknya dilihat dulu dasar-dasar organisasi serta etika-etika yang
berlaku dalam berorganisasi. Karena para pelaku organisasi yang baru terjun di
dunia organisasi biasanya belum tahu dasar-dasar organisasi itu sendiri seperti
siswa-siswa di sekolahan.